Bagi sebagian besar warga Jakarta Selatan, Flyover Antasari adalah simbol kesabaran. Setiap pagi dan sore, ribuan kendaraan merayap di atas struktur beton panjang ini, menghubungkan area Blok M menuju Cipete hingga Fatmawati. Namun, ada pemandangan yang sering terlupakan tepat di bawah roda-roda kendaraan yang sedang antre macet tersebut.
![]() |
| Gambar dibuat menggunakan AI. |
Kolong Flyover Antasari telah bertransformasi dari sekadar area gelap yang berdebu menjadi sebuah galeri seni jalanan yang sangat hidup. Proyek revitalisasi yang melibatkan banyak seniman mural ini memberikan warna baru bagi wajah kota. Jika lo sempat melintas di bawahnya, lo akan melihat deretan pilar beton yang dulunya kusam, kini penuh dengan guratan karya seni yang memiliki cerita dan estetika tinggi.
Pemanfaatan ruang publik seperti ini adalah angin segar di tengah terbatasnya lahan terbuka hijau di Jakarta. Area bawah flyover ini bukan sekadar tempat lewat, tapi sudah menjadi titik temu berbagai komunitas. Lo bisa melihat anak-anak muda berlatih skateboard, komunitas sepeda yang sedang beristirahat, atau fotografer yang sedang berburu foto bertema urban. Energi yang ada di bawah sini terasa sangat berbeda dengan ketegangan yang terjadi di atas flyover.
Sisi kreatif Jakarta Selatan seolah tumpah di area ini. Mural-mural yang ada bukan sekadar coretan sembarangan, melainkan karya terencana yang membuat mata segar. Bagi lo yang hobi membuat konten, tempat ini adalah surga kecil. Latar belakang mural yang kontras dengan struktur beton memberikan kesan industrial yang sangat kuat. Inilah yang gue sebut sebagai keindahan yang terselip di sela-sela kesibukan kota.
Berjalan kaki di sepanjang jalur bawah Antasari memberikan perspektif baru tentang Jakarta. Kita sering kali terlalu terburu-buru mengejar waktu sampai lupa bahwa ada sudut-sudut kota yang menawarkan ketenangan dan keindahan visual. Di sini, lo bisa berhenti sejenak, menikmati kopi dari kedai sekitar, dan melihat bagaimana masyarakat berinteraksi dengan ruang yang ada.
Ini adalah bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak harus selalu kaku dan membosankan. Dengan sedikit sentuhan seni dan kemauan untuk membuka ruang bagi publik, struktur beton yang dingin bisa menjadi tempat yang hangat dan menginspirasi. Antasari bukan lagi sekadar soal macet, tapi soal bagaimana kreativitas bisa tumbuh di mana saja, bahkan di bawah jalur transportasi utama.
Ke depannya, gue berharap lebih banyak lagi kolong-kolong flyover di Jakarta yang mendapatkan sentuhan serupa. Bayangkan jika setiap titik kemacetan punya sisi bawah yang bisa dinikmati, mungkin stres karena macet bisa sedikit berkurang. Jadi, lain kali kalau lo lewat Antasari, coba luangkan waktu untuk melihat ke bawah atau bahkan mampir sebentar. Lo mungkin akan terkejut dengan apa yang lo temukan di sana.

Comments
Post a Comment